Tuesday, 11 June 2013

Poseidon




Poseidon ialah nama salah satu Dewa pada Mitologi Yunani. Menurut legenda yang ada, ia dikenal sebagai dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Dalam bahasa Yunani ditulis dengan Poseidó̱n (Ποσειδῶν).


Poseidon memiliki senjata berupa trisula yang mampu menyebabkan banjir dan gempa bumi. Konon trisula itu dibuat oleh para Kiklops (Cyclops) semasa Titanomakhia. Kendaraan yang biasa digunakannya ditarik oleh seekor makhluk berwujud setengah kuda, setengah ikan bernama hippokampos. Poseidon juga dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter. Beristrikan Amfitrit, ia memiliki anak bernama Triton.




Dewa laut Nethuns dalam Mitologi Etruska, di adopsi ke dalam Mitologi Romawi sebagai Neptunus, keduanya merupakan dewa padanan bagi Poseidon. Poseidon sudah dipuja di Pylos dan Thebes sejak zaman perunggu Yunani sebagai saudara Zeus dan Hades.

Ada sebuah Himne Homeros untuk Poseidon. Poseidon mempunyai banyak anak. Poseidon merupakan pelindung bagi banyak kota di Yunani, meskipun ia gagal mendapatkan Kota Athena. Binatang kesukaannya ialah kuda dan banteng. Dan pohon pinus dikeramatkan baginya.


Etimologi



Akar nama Poseidon secara jelas berasal dari Yunani, yaitu pósis (raja, suami) dengan unsur -don, yang kemungkinan dari kata dea (dewi). Menurut lembaran tanah liat Linear B, nama PO-SE-DA-WO-NE (Poseidon) lebih sering muncul daripada DI-U-JA (Zeus).

Bentuk femininnya, PO-SE-DE-IA, juga ditemukan, menunjukkan adanya dewi lain yang menjadi pasangan Poseidon dan kemungkinan merupakan pendahulu Amfitrit. Pada lembaran tanah liat dari Pylos menceritakan persembahan benda-benda untuk "Poseidon dan Dua Ratu".

Identifikasi paling jelas mengenai "Dua Ratu" adalah Demeter dan Persefon, atau para pendahulu mereka, dewi-dewi yang tidak dikaitkan dengan Poseidon pada periode-periode berikutnya.





Pada salah satu lembaran Pylos ini pula, ada kaitannya antara nama Demeter dan Poseidon, mereka muncul sebagai PO-SE-DA-WO-NE dan DA, dengan julukan Enosikhthon, Seiskhthon, dan Ennosigaios. Semuanya itu bermakna "pengguncang bumi" dan jelas hal itu menunjukkan peran Poseidon sebagai penyebab gempa bumi.

Di Knossos, Myceneae, Poseidon dikenal sebagai "Pengguncang Bumi" (E-NE-SI-DA-O-NE), sebuah kedudukan yang kuat, mengingat gempa bumi ialah bencana alam yang menyebabkan keruntuhan Budaya Minoa.

Sementara pada budaya Myceneae yang sangat bergantung dengan lautan, tidak ditemukan adanya hubungan antara Poseidon dan laut. Di antara dewa Olympus, dewa yang berkuasa atas lautan ditentukan oleh undian, yang artinya dewa lebih dulu ada sebelum memperoleh suatu wilayah kekuasaan.


Mitologi



Sosok Poseidon selalu digambarkan sebagai seorang pria perkasa, berjenggot dan membawa trisula. Satu pukulan dari trisulanya mampu membelah bumi. Poseidon terkadang digambarkan bertubuh setengah ikan. Ia mengendarai kereta yang ditarik oleh dua ekor hippokampos.

Poseidon sering digambarkan bersama rombongannya, yaitu Amfitrit, Triton, Nereid, lumba-lumba, Dioskuri, Palaemon, Pegasus, Bellerofontes, Thalassa, Ino, dan Galene. Poseidon sering pula digambarkan dengan kerang laut atau hewan laut lainnya.

Dalam Theogonia karya Hesiod, Poseidon disebut sebagai "Yang Berambut Gelap". Seperti kebanyakan dewa laut, ia memiliki kemampuan untuk mengubah wujudnya, tetapi Poseidon tidak memiliki keahlian untuk meramal.





Figur Poseidon sendiri tidak mencirikan karakter keagungan seperti saudaranya, Zeus. Akan tetapi lebih mencerminkan kepada ciri khas lautan yang bisa berubah-ubah, kadang bergejolak dan terkadang tenang.

Dalam mitologi Romawi, Poseidon dikenal sebagai Neptunus. Ia juga dikenal dengan julukan sebagai berikut : Aigaios, Asfaleios, Kuirios, Damatites, Epaktaios, Epopsios, Gaiaokhos, Genethlios, Helikonios, Hippios, Hippokurios, Isthmos, Lekhaios, Onkhestios, Patros, Petraios, Samikos, Samios, Tainarius.

Poseidon juga disebut sebagai dewa kuda, dengan julukan Hippios (Konsos). Julukan lainnya ialah Enosikhthon (Ἐνοσέχθων; Pengguncang Bumi), dan Geokhos (Γεήοχος; Penjaga Bumi). Di kota Aegae di Euboea, ia dikenal sebagai Poseidon Aigaios dan mempunyai kuil yang indah di atas bukit.


Hikayat



Seperti halnya Zeus, Poseidon pun adalah anak dari Kronos dan Rea. Beberapa anak Kronos lainnya dari istrinya, Rea, yaitu Hestia, Demeter, Hera, dan Hades. Pada sebagian besar versi, Poseidon ditelan oleh Kronos setelah ia lahir, sampai akhirnya kemudian diselamatkan oleh Zeus.

Namun di beberapa versi cerita lainnya juga disebutkan, bahwa ia tidak dimakan oleh Kronos, melainkan disembunyikan oleh Rea di antara kawanan domba. Rea lalu berpura-pura melahirkan seekor kuda yang kemudian ditelan oleh Kronos.

Hal itu dilakukan Kronos karena ia takut pada ramalan yang mengatakan, bahwa kekuasaannya kelak akan digulingkan oleh keturunannya, layaknya yang telah ia lakukan di dalama merebut kekuasaan dari ayahnya (Uranus), lantas Kronos menelan semua anak-anaknya begitu mereka lahir.






Menurut John Tzetzes, yang membesarkan Poseidon adalah Arne, yang berbohong pada Kronos ketika Kronos sedang mencari dimana Poseidon. Sedangkan menurut Diodoros Sikolos, Poseidon dibesarkan oleh para Telkhines di Rhodes atas permintaan Rea, seperti Zeus yang dibesarkan oleh para Kuretes di Kreta.

Dalam Iliad, ketika dunia dibagi menurut undian, Zeus memperoleh langit, Hades mendapat dunia bawah dan Poseidon mendapat lautan. Dalam Odyssey, Poseidon memiliki istana di Aegae, dimana ia menyimpan kudanya yang memiliki surai emas. Meskipun ia tinggal di laut, Poseidon sering hadir dalam pertemuan para dewa di Olympus.


Pasangan Dan Keturunan



Istri Poseidon ialah Amfitrit, yang merupakan seorang nimfa dan dewi laut kuno, anak dari Nereus dan Doris. Sebelum mereka menikah, Amfitrit, yang telah mengetahui reputasi buruk Poseidon mengenai wanita, melarikan diri dan bersembunyi di Samudera Atlantik.

Mengetahui hal itu, Poseidon kemudian mengirim berbagai makhluk laut untuk mencari Amfitrit. Setelah mencari kemana-mana di berbagai pelosok lautan yang mereka kunjungi, akan tetapi mereka mengalami kegagalan.

Dengan rasa sedih dan kecewa, lalu Poseidon memerintahkan lumba-lumba yang pada akhirnya berhasil menemukan Amfitrit dan membujuknya untuk menikah dengan Poseidon. Karena keberhasilannya itulah, maka Poseidon mengangkat lumba-lumba menjadi rasi bintang.





Poseidon adalah ayah dari banyak pahlawan. Dia dikatakan sebagai ayah dari Theseus, meskipun Aigeus juga mengklaim Thesus sebagai anaknya. Theseus sendiri cukup menikmati mempunyai dua orang ayah.

Ia menjadi raja Athena sebagai anak Aigeus, akan tetapi Theseus terbantu juga oleh statusnya sebagai anak Poseidon, manakala ketika itu ia berhadapan dengan tantangan Minos.

Sang raja Kreta melempar sebuah cincin ke laut dan menantang Theseus untuk mengambilnya. Menerima tantangan itu, Theseus kemudian menyelam ke dasar laut. Disana tidak hanya cincin saja yang didapatnya, tetapi ia juga diberi mahkota oleh Amfitrit.

Seorang wanita bernama Tiro dinikahkan dengan Kretheus. Mereka mempunyai seorang anak bernama Aeson. Tetapi, Tiro mencintai Enipeus yang merupakan seorang dewa laut. Ia mengejar-ngejar Enipeus, yang akhirnya menolaknya.

Setelah mengetahui hal itu, pada suatu hari Poseidon bernafsu terhadap Tiro dan mengubah wujudnya menjadi Enipeus. Dari hubungan mereka ini lahirlah pahlawan kembar Pelias dan Neleus.

Poseidon juga punya hubungan gelap dengan cucunya sendiri, Alope yang kemudian melahirkan pahlawan Hippothoon. Kekryon (ayah Alope) mengubur Alope hidup-hidup, namun Poseidon mengubahnya menjadi mata air, dekat Eleusis.





Poseidon pernah menyelamatkan Amimon dari seorang satir dan kemudian membuahinya sampai Animon melahirkan seorang anak, Nauplius.

Poseidon juga pernah memperkosa seorang wanita bernama Kaineus. Setelah melakukannya, Poseidon mengabulkan keinginan Kaineus dengan mengubahnya menjadi prajurit pria.

Poseidon dan Zeus pernah mengejar-ngejar Thetis, tetapi Themis memberitahu mereka, bahwa anak Thetis akan menajdi lebih hebat daripada ayahnya, sehingga Poseidon dan Zeus mengurungkan niatnya.

Tidak semua anak Poseidon adalah manusia. Dalam suatu kisah, Poseidon mengejar Demeter. Demeter menolaknya dan berubah wujud menjadi seekor kuda betina supaya bisa bersembunyi di antara sekawanan kuda.

Ternyata Poseidon menyaksikan di balik penyamaran Demeter dan berubah menjadi kuda jantan lalu memperkosanya. Anak mereka adalah Arion, seekor kuda yang bisa berbicara bahaa manusia.

Poseidon juga pernah melakukan persetubuhan dengan Medusa di atas lantai kuil Athena. Athena menghukum Medusa dengan mengubahnya menjadi monster. Setelah kepala Medusa dipenggal oleh Perseus, Khrisaor dan Pegasus muncul dari lehernya.





Poseidon memiliki anak- anak yang berlayar bersama Jason. Salah satunya adalah Ankaios, yang beribu Astipalea. Erginos juga merupakan anak Poseidon dan saudara Ankaios, tetapi Erginos tidak banyak berperan. Eufemos adalah anak Poseidon yang mampu berlari di atas air.

Triton adalah anak Poseidon dari Amfitrit. Triton memiliki badan setengah manusia, setengah ikan. Triton tinggal bersama ayahnya di istana bawah laut. Triton melintasi lautan dengan menunggangi Hippokampos sambil meniup trompet kerang. Selain itu, Triton memiliki kemampuan dalam meramal.

Anak Poseidon yang lainnya yaitu : Polifemos (seorang Kiklops) dan Oto & Ephialte (raksasa).


Perebutan Kota



Athena menjadi dewi pelindung bagi kota Athena setelah melalui persaingan dengan Poseidon. Pada festival akhir tahun, para pendeta Athena dan pendeta Poseidon berkumpul di altar suci. Poseidon dan Athena akan memberikan hadiah dan rakyat Athena akan memilih salah satu dari hadiah tersebut.

Lantas Poseidon pun membenturkan trisulanya ke tanah dan dalam seketika air menyembur keluar. Air tersebut asin dan tidak terlalu berguna. Pada versi lainnya menyebutkan, bahwa Poseidon memberikan kuda untuk rakyat Athena, sedangkan Athena memberikan mereka pohon zaitun.

Rakyat Athena (mungkin rajanya, Kekrops) akhirnya memilih pohon zaitun. Maka dengan demikian, terpilihlah dewi Athena sebagai pelindung kota Athena. Pohon zaitun dipilih karena dapat menghasilkan buah, minyak zaitun, dan juga sebagai makanan.





Atas pilihan rakyat Athena tersebut, Poseidon merasa tidak terima dan marah besar yang kemudian mengirimkan banjir ke dataran Attika untuk menghukum rakyat Athena yang tidak memilihnya.

Walaupun begitu, Athena dan Poseidon pernah saling bekerja sama. Athena menciptakan kereta kuda pertama yang ditarik oleh kuda ciptaan Poseidon. Athena juga membuat kapal pertama yang berlayar di lautan tempat kekuasaan Poseidon.

Sementara di Argos, Poseidon kalah bersaing dengan Hera. Poseidon kadang-kadang suka mengeringkan sungai-sungai yang ada di Argos, dan di lain waktu membuatnya banjir.

Poseidon juga pernah bersaing dengan Helios, dewa matahari, dalam memperebutkan kota Korinth. Rakyat Korinth yang tidak mau membuat marah dewa manapun, akhirnya memilih untuk memuja keduanya.


Perselisihan Dengan Kota Troya



Poseidon dan Apollo menentang Zeus, sehingga Zeus menghukum mereka berdua. Zeus memerintahkan mereka untuk melayani raja Troya, Laomedon. Laomedon menyuruh Poseidon dan Apollo membangun tembok besar di sekeliling kota Troya dan berjanji akan memberi mereka imbalan berupa anggur emas. Namun sayangnya Laomedon mengingkari janjinya dan menolak memberikan apapun pada dua dewa tersebut.

Poseidon yang marah dan murka atas perlakuan raja Laomedon itu, lantas kemudian mengirim monster laut ke Troya. Dan monster tersebut akhirnya dibunuh oleh Herakles.





Selain itu, pada Perang Troya, Poseidon memihak pada bangsa Yunani. Kadangkala ia menjelma sebagai manusia dan menyemangati pasukan Yunani di dalam menghadapi pasukan Troya.

Ketika Zeus akhirnya memperbolehkan para dewa untuk ikut berperang sebagai dewa, Poseidon lalu membantu pasukan Yunani dengan membuat bumi berguncang.





Namun, Poseidon menyelamatkan seorang pahlawan Troya, Aeneas, putra dari dewi Afrodit dan Ankhises. Ia menjauhkan Aeneas dari Akhilles, karena Aeneas ditakdirkan untuk menjadi pemimpin Troya di masa depan.

Meskipun Poseidon memihak Yunani, ia cemburu pada dinding yang dibangun oleh orang-orang Yunani di sekitar kapal mereka. Dia juga menyesalkan sikap pasukan Yunani yang menghancurkan dinding kota Troya yang telah dibangunnya.


Kisah Lainnya



Dalam perang antara raksasa melawan para dewa, Poseidon bertarung melawan raksasa Polibotes. Poseidon mengejarnya dan kemudian membunuhnya dengan cara melempar sebuah pulau ke Polybotes. Poseidon juga pernah membunuh para Kentaur (Centaur) ketika mereka sedang dikejar-kejar oleh Herakles.

Suatu ketika Ares terperangkap jaring Hefaistos. Poseidon kemudian memerintahkan Hefaistos untuk membebaskan Ares. Namun, Poseidon juga pernah berselisih dengan Ares karena Ares membunuh anaknya, Alirrothios.

Raja Kreta, Minos, meminta seekor banteng pada Poseidon. Dan ia berjanji akan mempersembahkan banteng tersebut dalam pemujaaan terhadap Poseidon. Poseidon kemudian memunculkan seekor banteng putih yang indah dari laut.





Banteng tersebut mampu berjalan di atas air. Tetapi Minos melanggar janjinya dan menolak mempersembahkan banteng tersebut. Akibatnya, Poseidon membuat istri Minos, Pasifae, jatuh cinta pada banteng tersebut sampai akhirnya Pasifae melahirkan Minotaur (setengah manusia setengah banteng).

Poseidon dikatakan sebagai dewa yang menciptakan zebra dalam usahanya untuk menciptakan hewan paling indah di dunia. Poseidon berusaha menciptakan hewan terindah untuk dapat menarik hati Demeter. Tetapi, ketika telah berhasil menciptakan hewan terindah, yaitu kuda, hasratnya pada Demeter telah sirna.


Pemujaan Terhadap Poseidon



Poseidon merupakan salah satu dewa penting di beberapa kota di Yunani. Di kota Athena, yang lebih dipuja selain Poseidon hanyalah Athena, sementara di Korinth dan banyak kota lainnya di Yunani Besar, ia adalah dewa yang paling disembah.

Orang Yunani kuno percaya, jika Poseidon ialah dewa yang menciptakan pulau-pulau baru dan membuat laut menjadi tenang. Tetapi, jika Poseidon sedang marah, maka ia akan membenturkan trisulanya dan menyebabkan banjir, gempa bumi, dan kehancuran kapal laut.

Para pelaut berdoa pada Poseidon agar selama perjalanan mereka dalam keadaan aman. Terkadang, demi rasa aman mereka itu, dengan sukarela mereka menenggelamkan kuda sebagai persembahan terhadap Poseidon.





Menurut suatu potongan papirus, Alexander Agung pernah berhenti sebentar di pesisir Syria, sebelum menghadapi pertempuran Issus. Disana dia menyuruh anak buahnya untuk dilakukan suatu persembahan pada Poseidon, yaitu berupa kereta dengan empat ekor kuda yang di larung ke laut.

Menurut Pausanias, Poseidon adalah salah satu penjaga Orakel Delfi sebelum Apollo mengambil alih jabatan tersebut. Apollo dan Poseidon sering bekerja sama. Dalam proses kolonisasi, contohnya, Apollo memberi perintah pada orang-orang untuk pergi dan mencari tempat menetap, sedangkan Poseidon mengawasi proses tersebut dan menyediakan air suci untuk melakukan ritual persembahan.

Anabasis karya Xenophon menceritakan tentang sekelompok prajurit Sparta pada 400–399 SM yang menyanyikan sebuah paian (sejenis himne) untuk Poseidon.





Seperti Dionisos yang menyebabkan maenad, Poseidon juga menciptakan beberapa bentuk gangguan mental. Menurut sebuah teks Hippokrates dari tahun 400 SM, On the Sacred Disease, Poseidon mampu membuat orang menderita penyakit epilepsi.

Tempat pemujaannya ada di seluruh Yunani dan Italia selatan, tetapi Poseidon paling dipuja di Peloponnesia (yang kemudian disebut oiketerion Poseidonos), serta di kota-kota di pesisir Ionia.

Yang dipersembahkan untuknya biasanya adalah banteng. Namun, babi hutan dan domba juga sering dikorbankan untuknya. Lomba balap kuda di Korinth dan Festival Panionia di Micale diselenggarakan untuk memujanya.


Dalam Sastra Dan Seni



Dalam seni, Poseidon sering digambarkan menaiki kereta kuda yang ditarik oleh Hippokampos atau oleh kuda yang bisa berjalan di atas air. Ia dihubungkan dengan lumba-lumba dan trisula.

Dia tinggal di istana yang terbuat dari terumbu karang dan mutiara di dasar laut. Di istananya terdapat kandang kuda yang sangat luas, tempat dimana ia menyimpan kuda-kuda penarik keretanya.

Dalam Iliad, Poseidon memihak Yunani, dan dalam beberapa kesempatan ikut aktif dalam pertempuran melawan pasukan Troya. Tetapi dalam Buku XX, dia menyelamatkan Aeneas yang sedang dikejar oleh Akhilles.





Dalam Odyssey, Poseidon marah kepada Odysseus (Odiseus) yang telah membutakan mata anaknya, Kiklops Polifemos. Kemarahan Poseidon menyebabkan Odysseus tidak bisa pulang selama bertahun-tahun. Selain itu Poseidon juga membuat Odysseus menghadapai berbagai macam bahaya.

Dalam Aeneid, Neptunus masih marah terhadap bangsa Troya, tetapi tidak semarah Juno. Dalam Buku I, Poseidon menyelamatkan rombongan kapal Troya dari usaha Juno yang ingin menghancurkannya, meskipun Poseidon melakukannya sebenarnya itu lebih dikarenakan Juno telah mengganggu tempat tinggal Poseidon.

Sebuah Himne untuk Poseidon ada dalam Himne Homeros berupa tujuh baris himne yang menyebutkan Poseidon sebagai "penggerak bumi dan lautan, dewa laut dalam, serta pemilik Gunung Helikon dan Aegae yang luas". Himne tersebut sekaligus menegaskan ciri khas Poseidon yang lain, yaitu "penjinak kuda dan penyelamat kapal laut".





Dalam film "Clash of the Titans", Poseidon disebut sebagai dewa yang memperkosa Medusa.






.: Mitologi Yunani :.



No comments:

Post a Comment

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”

Powered by Blogger.